Showing posts with label food. Show all posts
Showing posts with label food. Show all posts

Monday, August 15, 2011

Jalan-jalan (sambil menyelam minum air) Perak

Date : June 26, 2011
Where : Ipoh, Kuala Sepetang
Who : Mi, Cik Ah, Luqman, Sara, Chenta, Gebus, Aniq and moi.

Where did our ancestor get it? The simpulan bahasa. Didn’t they know what will happen when you guzzle water while diving? You’ll be drawn man!. It should be sambil menyelam buat peace sign ker, sambil menyelam kentut (nanti bubble naik ke permukaan air, cute isn’t it) or kalau tidak tahu berenang jangan menyelam, habis cerita.

Anyway, we went to Ipoh not recently (June dowh). The main agenda was to send Aniq (Gebus’s cousin yg lebih gebu dari Gebus) to his miserabless: ST*R Ipoh heheheh. Eh, for a school that old and famous, my kekonon appreciate architecture eyes found the buildings surprisingly too unadorned and mind-numbing. Maaf Starians, itu kata mata saya. Saya tahu isinya yang lebih utama. But, I so love the covered and cemented ampaian, genius!

Before that, we had lunch @ legendary Nasi Kandar Ayam Goreng Merah aka Nasi Kandar Ganja Ipoh

Macam kenduri kawen!
Nearly gave up the looong queue till we saw Cikgu LindaJ enjoying her kandaq at the front row table looking so poised, hot and sexy wearing a black spaghetti strap with beautiful lace that somehow managed to cover a bit of her cleavage. Dem lace!. I totally understand her, Ipoh was so hot on that day!.

Piyok nasi klasik cenggitu memangla shedap!
So, the kandaq was excellent and most importantly cheap. We had standard menu suggested by the waiter: Nasi + ayam goreng merah + ½ telur masin + timun  +kuah2 kari + samba + drink. 

Those, for 8 of us, cost only 55++. Cheap isn’t it? 




  We then rinse out the curry aftertaste with the smoothest soya in town, it’s Funny Mountain yo!.  

Chenta and Cik Ah queuing
close up the tofufa
I kid you not, these cars were queuing for drive-trugh services!
 Seterusnya, hit the highway to Kuala Sepetang!. I’ve heard and read and what not about this reputably famous mee udang and been teringin sesangat. Hati kembang kuncup all the way. I thought there will be like at least a dozen of restaurants but nope, only three (3) spotted.  Mak Teh, Kak Jah and Pak Salleh, itu sahaja. They really conquer the market!.


Being Chenta, he abruptly turned and masuk this seems like abandoned old factory. Ah, charcoal!.   Agenda makan ditangguh kerna beliau ingin melawat kilang ini. Potong betul la!. He secretly browsed about this factory during lunch. Maka sesi lawatan sambil belajar bermula.

Kilang ni pernah masuk drama kan?


Batman senses something wrong with the smoke
Ahh the secret dome. Ni kalau bakar orang sah tak de sisa..ishh scary!
the shallow parit is the only access to the massive mangrove far back

Setelah dipastikan abu2 sudah cukup banyak melekat di kaki, kami gerak ke Kak Jah!. I need not to say much, you can pretty much imagine the whole experience from the pics.

appetizer : cucuq udang tak de udang besar
main course : mee udang tak nampak mee
Gebus layan ABC tiada udang
dessert  : udang goreng tepung terbaek Jah!
Gebus enjoying his 6th huge udang. mak pose beriya jadi background saja:(
nak lagi!
Tak caya udang laut fresh? Ni bukti gambo kat dapur and Uncle inform us where the jetty is and suggested we go there mana tau ada udang baru naik. Tarak. semua dah jual kat Mak Jah katanya.

 Udang overdosed, we move back to KL.  Harus datang lagi!. I loike!!!

Monday, June 20, 2011

Jalan-jalan (kota macet) Jakarta dan Bandung

Bila : 3-6 Jun 2011
Siapa : Ibuk Elina, Ibuk Ros, Embak Azy dan gue senirik.

*baca dengan nada seperti kamu adalah dian sastro*

Aku bingung bener gimana mau diceritakan pengalaman ini. Kok aku jadi pusing mikirin sibuk, habuk, sumpek, kasian dan jengkel sama anak gelondangan kota Jakarta. Aku udah lama kembali, tapi mungkin ada yang cicir di sana. Rasa-asa yang aneh. Mungkin di teres padi di Puncak, mungkin juga di gerbang pintu Blok B Tanah Abang, atau di pinggan sumbing Bakso Sehat Bakso Atom Thamrin City. Oooh, barangkali juga di ruang pamer toko Gucci. Aduhhh, Jakarta itu macem-macem ya.

Berlibur bersama temen itu kan happy perasaanya.  Aku sebenarnya enggak meletak sasaran. Jujurnya hanya mau enjoy dengan mereka. Makanya, bila taksi puter sana sini kesesatan, atau seperti mahu ketabrak, aku cool saja. Ini kan Jakarta.

happy kan.. ya gitu lorr
ada khidmat tatacara bergaya di jln riau! Ibuk Elina kan model pencen, kamu enggak tau?

daerah merokok di Soekarno

aku lagi sibuk makan icecream Jco...

suka bener dapat flat LV

aku flat biasa-biasa aja.

lihat tu.. kan udah kukabarin.. LV lorr, eh kok panjeng bener kaki Ubuk Elina!

lagi nunggu Ibuk Ros yg enggak keluar2 dari rumah mode

ada lagi yg enggak cukup Buk?


aku rasa Ibuk Ros merentet memo ke jejaka yang selalu diciumnya..duh!


kok kayak kehabisan uwang?


katanya mau lawan Ninie tatkala bergaya.. apa bisa?

kasut lembut banget di Kampung Daun

lagi Mas... keluarkan lagi... belum cukup kok

Ibuk ini ratu posing...


waduh...banyak bener bahan sampingannya...

bakso.. bakso...







yaaa jika bibir ku udah kembang dari biasa.. makanya bakso itu enak sekali!

jika bibirku lebih kembang lagi.. makanya bakso itu pedas lorrrrr

apa kamu kawathir kebersihannya? usah...

seeing double kuasa dua. mat yaakob diganding hermes.. cocok enggak?


datin... kamu elegant dong


tetap mau posing depan nasi goreng gilak itu

nasi padang garuda.. enak sekali

aku mau copet beg dia!!


kok gagal?



lantai dasar... lantai 5 buk.. lantai 5!




 

duit keramat!

sos..udah.. cepet makan!


Makasih Ibuk Ros, perancang yang baguus begitu. Lancar. Aku kagum kamu semangat bener. Kok enggak kelihatan capek? Ya iya, apa Ibuk ambil jamu kuat?

Buat Ibuk Elina (yaaah, Elina kan lebih seedap), kamu usah ingatin celana jalur itu. Enggak ada rejeki H&D. Mana tahu Pak Supir berterima kasih pada kamu… pahala percuma kan. Ya begitulah….. Libur sekolahnya kemana pulak Buk? Oh, boleh emailin lirik kodok ngorok? Lucu bener!

Embak Azy, kamu cool. Kami cool enggak dimata kamu?. Ingat ya, jika hand carry 10kg atau kurang, maka, boleh di bawa tas kecil. Jika lebih 10kg, enggak boleh bawa tas yang lain, gituuu. Jangan sesal ya, kami suka kok libur dengan kamu. Beetul,  ikhlas ni.

Buat Emil, makasih… banyak-banyak!. Bakso yang enak, pentolnya gedei banget!. Dan yang paling aku suka, avocado cream bath! Nyaman sih!. Ada rejeki kita mampir lagi ya. Datang jangan sore, harus pagi, masseur  fresh, boleh buat semuanya. Dannn, kebaya itu cantikkk sekali. Pasti mengundang iri. Enggak sabar sih mau di gaya.

Oh, yang ini special sekali, Ibuk Datin Dz dan suaminya Azmarin. Waduh.. kami aja kok repot. Nasi padang segala, batagor saja ya bisa buk. Psst, Ibuk, hutangnya selesai ya, mintak halal. Isin gue sampei minjam rupiah segala. Kerna itu jugak, kelalen mau puter ke monash. Enggak apa lah, ada rejeki kita mampir lagi. Mau ketemu sama Dada semua. Nanti kita ngobrol sampei capek!.

Jakarta itu tergantung dari tiap orang yang merasakannya, karena tiap orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Ini Indo sebener, repot bener kotanya, macet dimana-mana. Tapi kalau Bandung itu beda, nyaman dan ongkosnya lebih cair.

Oh Jakarta,
Sapa suru datang Jakarta
Sapa suru datang Jakarta
Sandiri suka, sandiri rasa


Eh, apa kalian ngarep aku bicara lebih lagi? Aduh.. ideanya enggak meletus nih!. Usah kawathir lorr.. aku yakin kok, pasti Ibuk Ros akan update dengan suksesnya. Ya Ibuk Ros, silakan… silakan….